Jakarta, 6 Maret 2026 – Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) melakukan audiensi bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia guna membahas penguatan program pengembangan UMKM melalui sektor waralaba. Pertemuan tersebut berlangsung bersama Deputi Bidang Usaha Menengah, Bagus Rachman, serta Asisten Deputi Harun Adama Sume.
Dalam audiensi tersebut, Kementerian UMKM menekankan pentingnya berbagai program dan kebijakan yang berfokus pada upaya mendorong UMKM untuk naik kelas. Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah pentingnya pendataan UMKM secara lebih komprehensif sebagai dasar dalam melakukan pembinaan yang terarah dan tepat sasaran.

Selain itu, pembinaan UMKM juga dapat dilakukan melalui berbagai program pelatihan dan academy guna meningkatkan kapasitas pelaku usaha, sehingga mereka mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah dinamika pasar. Berdasarkan data yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, sekitar 99,99% pelaku usaha di Indonesia merupakan UMKM, dengan mayoritas berada pada kategori usaha mikro. Dari sekitar 57 juta UMKM di Indonesia, hampir 90–99% berada pada skala mikro.
Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian UMKM memiliki komitmen untuk mendorong pelaku usaha mikro agar dapat berkembang menjadi usaha yang lebih besar. Salah satu pendekatan yang dinilai memiliki potensi kuat adalah melalui pengembangan model bisnis waralaba (franchise).
Pada kesempatan yang sama, AFI turut memaparkan rencana kolaborasi dan sinergi dengan Kementerian UMKM dalam rangka penguatan ekosistem waralaba nasional. Dalam pemaparannya, AFI menyampaikan beberapa tujuan utama dari pertemuan ini, di antaranya meningkatkan sinergi program dan kebijakan antara pemerintah pusat maupun daerah yang berkaitan dengan sektor waralaba, serta memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan dalam pengembangan sektor tersebut.

AFI juga menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih erat antara asosiasi, pemerintah, serta pelaku usaha guna mendukung pertumbuhan sektor waralaba di Indonesia. Selain itu, asosiasi berharap dapat memperoleh arahan dan pendampingan dari Kementerian UMKM dalam meningkatkan peran aktif asosiasi untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang berkaitan dengan sektor kewirausahaan dan waralaba.
Melalui kolaborasi tersebut, AFI berharap berbagai program yang dijalankan dapat berkontribusi dalam meningkatkan daya saing ekonomi nasional, mendorong transformasi digital dalam sektor waralaba, serta memperkuat integrasi ekonomi domestik dan global.
Dalam diskusi yang berlangsung, turut dibahas bahwa pengembangan UMKM melalui model waralaba memiliki potensi besar dalam memperkuat konektivitas rantai pasok (supply chain) serta meningkatkan daya saing usaha. Melalui sinergi antara pemerintah dan asosiasi, diharapkan sektor waralaba dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan UMKM sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional.